CFD Saham
Kontrak saham untuk perbedaan (CFD) adalah derivatif keuangan yang memungkinkan pedagang memperoleh keuntungan dari perubahan harga saham tanpa benar-benar memiliki atau menerima penyerahan saham tersebut. CFD adalah kontrak antara pembeli dan penjual. Sesuai kontrak, penjual membayar selisih harga kepada pembeli saat membuka dan menutup posisi saham (sebaliknya, jika selisih harga negatif, pembeli membayar kepada penjual).
Fitur CFD Saham
Perdagangan dengan leverage: Pedagang hanya perlu membayar persentase margin tertentu (biasanya 5% hingga 20% dari nilai saham) untuk mengendalikan posisi yang setara dengan jumlah penuh saham. Ini berarti bahwa pedagang dapat memperbesar keuntungannya, namun juga memperbesar risikonya.
Beli atau jual: Trader dapat memilih untuk membeli atau menjual CFD berdasarkan prediksi mereka terhadap tren harga saham. Jika harga saham diprediksi naik, Anda bisa membeli CFD (posisi long), dan jika harga saham diprediksi turun, Anda bisa menjual CFD (posisi short).
Tidak ada bea materai yang harus dibayar: Di beberapa negara atau wilayah, seperti Inggris Raya, Anda perlu membayar bea materai (biasanya 0,5% dari jumlah transaksi) saat membeli saham. Namun, karena CFD hanya melibatkan transaksi selisih harga dan tidak melibatkan pengalihan kepemilikan saham yang sebenarnya, maka tidak perlu membayar bea materai.
Nikmati dividen dan aksi korporasi: Meskipun pedagang CFD tidak memiliki saham, mereka masih dapat menikmati manfaat atau biaya yang ditimbulkan oleh dividen dan aksi korporasi (seperti dividen, penerbitan saham terbatas, merger, dll.). Secara umum, jika Anda memegang posisi long, Anda akan menerima dividen atau pembagian yang setara dengan yang diterima oleh pemegang saham sebenarnya; jika Anda memegang posisi short, jumlah yang sama akan dibayarkan kepada pihak lawan. Begitu pula jika terjadi aksi korporasi, volume dan harga CFD akan disesuaikan dengan perubahan saham.
Fleksibilitas dan keragaman: Trader CFD dapat memperdagangkan berbagai pasar dan aset, seperti indeks, valuta asing, komoditas, dll., melalui satu platform tanpa perlu membuka akun berbeda atau mengikuti aturan berbeda. Selain itu, trader CFD juga dapat membuka atau menutup posisi kapan saja sesuai dengan gaya dan strategi tradingnya masing-masing, tanpa dibatasi oleh jam pasar atau periode minimum.
Contoh Perdagangan CFD Saham
Untuk memperdagangkan CFD saham, pedagang harus memilih saham yang mereka minati melalui broker atau platform CFD, dan memutuskan arah, jumlah, dan leverage dari posisi pembukaan. Trader juga perlu menetapkan harga pembukaan, harga stop loss, dan harga take profit untuk mengendalikan risiko dan keuntungan mereka.
Berikut adalah contoh perdagangan CFD saham:
Misalkan seorang trader memperkirakan harga saham Apple Inc. (AAPL) akan naik dan ingin mendapat keuntungan melalui CFD. Harga pasar saham Apple saat ini adalah $150. Trader membeli 100 saham CFD dengan harga $150 melalui broker CFD dan menggunakan leverage 10 kali lipat. Artinya, pedagang hanya perlu membayar margin sebesar $150 × 100 saham × 10% = $1.500 untuk mengendalikan posisi yang setara dengan $15.000 di saham Apple.
Trader menetapkan harga stop loss pada $145 dan harga take profit pada $155. Artinya jika harga saham turun menjadi $145, trader secara otomatis akan menutup posisi dan mengalami kerugian sebesar $500 (setara dengan 33,3% margin); jika harga saham naik menjadi $155, trader secara otomatis akan menutup posisi dan menerima kerugian sebesar $500. Keuntungan sebesar $500 (setara dengan 33,3% margin).
Dengan asumsi prediksi pedagang itu benar, harga saham Apple naik menjadi $155 sehari kemudian. Trader menutup posisi saat ini dan mengumpulkan selisih harga dari penjual, yaitu $155 × 100 saham - $150 × 100 saham = $500. Ini adalah keuntungan bersih trader setelah dikurangi biaya semalam atau biaya lain yang mungkin dibebankan oleh broker.
Jika prediksi pedagang salah, harga saham Apple turun menjadi $145 sehari kemudian. Trader terpaksa menutup posisi dan membayar selisih harga kepada penjual, yaitu $150 × 100 saham - $145 × 100 saham = $500. Setelah menambahkan biaya semalam atau biaya lain yang mungkin dibebankan oleh broker, ini adalah kerugian bersih trader.
Pro dan Kontra CFD Saham
Perdagangan CFD saham memiliki keuntungan sebagai berikut:
Meningkatkan efisiensi modal: Dengan menggunakan leverage, pedagang dapat mengontrol eksposur pasar yang lebih besar dengan modal yang lebih sedikit, sehingga meningkatkan efisiensi modal dan profitabilitas.
Memanfaatkan Volatilitas Pasar: Dengan mengambil posisi long atau short pada CFD, trader dapat memanfaatkan volatilitas pasar untuk mendapatkan keuntungan tanpa dibatasi oleh arah atau tren pasar.
Menghemat pajak dan biaya: Melalui perdagangan CFD, pedagang dapat menghemat sejumlah pajak dan biaya, seperti bea materai, komisi, biaya pertukaran, dll.
Nikmati berbagai hak dan kepentingan: Melalui perdagangan CFD, pedagang dapat menikmati beberapa hak dan kepentingan pemegang saham, seperti dividen, dividen, penjatahan, merger, dll., tanpa benar-benar memiliki saham tersebut.
Fleksibilitas dan keragaman: Melalui perdagangan CFD, pedagang dapat memperdagangkan berbagai pasar dan aset, seperti indeks, valuta asing, komoditas, dll., melalui satu platform tanpa perlu membuka akun berbeda atau mengikuti aturan berbeda. Selain itu, trader CFD juga dapat membuka atau menutup posisi kapan saja sesuai dengan gaya dan strategi tradingnya masing-masing, tanpa dibatasi oleh jam pasar atau periode minimum.
Perdagangan CFD saham juga memiliki risiko sebagai berikut:
Memperbesar kerugian: Dengan menggunakan leverage, trader dapat memperbesar keuntungannya, namun juga memperbesar risikonya. Jika pasar bergerak berlawanan dengan ekspektasi, trader mungkin menghadapi kerugian melebihi marginnya dan bahkan mungkin diharuskan membayar dana tambahan kepada brokernya.
Fluktuasi Pasar: Karena CFD adalah instrumen derivatif, harganya dipengaruhi oleh harga aset yang mendasarinya. Jika harga aset dasar berfluktuasi secara drastis, harga CFD juga akan berubah, yang mungkin berdampak buruk pada trader.
Biaya semalam dan biaya lainnya: Karena CFD adalah perdagangan margin, pedagang mungkin perlu membayar biaya semalam atau biaya bunga jika mereka memegang posisi lebih dari satu hari. Selain itu, broker juga mungkin mengenakan biaya lain, seperti biaya platform, biaya deposit, biaya penarikan, dll.
Risiko Pihak Lawan: Karena CFD merupakan transaksi over-the-counter, maka CFD tidak diatur atau dilindungi oleh bursa atau lembaga kliring pusat lainnya. Artinya, jika broker gagal bayar atau bangkrut, trader mungkin tidak bisa mendapatkan kembali dana atau asetnya.
Investor Mana yang Cocok untuk CFD Saham?
CFD Saham adalah instrumen keuangan berisiko tinggi dan imbal hasil tinggi yang cocok untuk tipe orang berikut:
Trader dengan pengalaman dan pengetahuan luas: Trading CFD memerlukan pemahaman dan analisis pasar yang mendalam, serta kemampuan mengendalikan emosi dan risiko. Hanya trader dengan pengalaman dan pengetahuan luas yang bisa sukses di pasar CFD.
Investor dengan dana dan waktu yang cukup: Perdagangan CFD memerlukan investasi lebih banyak dana dan waktu untuk memantau dinamika pasar dan menyesuaikan posisi. Hanya investor dengan dana dan waktu yang cukup yang dapat menanggung biaya dan risiko transaksi CFD.
Investor yang mencari diversifikasi dan fleksibilitas: Perdagangan CFD dapat memberikan peluang perdagangan di berbagai pasar dan aset, dan dapat secara fleksibel membuka atau menutup posisi sesuai dengan tujuan dan strategi perdagangan mereka sendiri. Hanya investor yang mencari diversifikasi dan fleksibilitas yang dapat memanfaatkan perdagangan CFD sepenuhnya.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Trading CFD Saham
Sebelum memperdagangkan CFD saham, trader perlu memperhatikan hal-hal berikut:
Pilih broker yang andal dan patuh: Karena CFD adalah perdagangan bebas, maka CFD tidak diatur atau dilindungi oleh bursa atau lembaga kliring pusat lainnya. Oleh karena itu, trader perlu memilih broker yang andal dan patuh untuk memastikan keamanan dana dan aset mereka. Trader dapat menilai keandalan dan kepatuhan suatu broker dengan memeriksa lisensi, badan pengawas, reputasi, ulasan, dan informasi lainnya.
Kembangkan rencana perdagangan yang masuk akal dan jelas: Perdagangan CFD memerlukan rencana perdagangan yang masuk akal dan jelas, termasuk tujuan perdagangan Anda sendiri, strategi, toleransi risiko, pengelolaan dana, dll. Pedagang harus memilih saham, arah, kuantitas, leverage, harga pembukaan yang sesuai , hentikan harga kerugian dan ambil harga untung sesuai dengan rencana perdagangan mereka sendiri. Trader juga perlu secara rutin memeriksa dan menyesuaikan rencana trading mereka untuk beradaptasi dengan perubahan pasar.
Tetap tenang dan rasional: Perdagangan CFD adalah instrumen keuangan yang berisiko tinggi dan bernilai tinggi yang dapat memicu emosi seperti keserakahan atau kepanikan di kalangan pedagang. Emosi ini dapat mempengaruhi penilaian dan pengambilan keputusan trader, sehingga mengakibatkan kerugian yang tidak perlu atau hilangnya peluang. Oleh karena itu, trader harus tetap tenang dan rasional, tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar, namun tetap berpegang pada rencana dan prinsip trading mereka sendiri.
Kesimpulan
CFD Saham adalah jenis derivatif keuangan yang memungkinkan pedagang memperoleh keuntungan dari perubahan harga saham tanpa benar-benar memiliki atau menerima penyerahan saham tersebut. CFD memiliki banyak keuntungan, seperti meningkatkan efisiensi modal, memanfaatkan fluktuasi pasar, menghemat pajak dan biaya, serta menikmati beragam manfaat, fleksibilitas, dan keragaman. Namun, CFD juga memiliki banyak risiko, seperti kerugian yang semakin besar, fluktuasi pasar, biaya semalam dan biaya lainnya, risiko pihak lawan, dll. Oleh karena itu, CFD cocok untuk orang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang kaya, dana dan waktu yang cukup, serta mencari diversifikasi dan fleksibilitas. Sebelum melakukan transaksi CFD, trader perlu memperhatikan pemilihan broker yang andal dan patuh, mengembangkan rencana trading yang masuk akal dan jelas, tetap tenang dan rasional, dll.
Masih butuh bantuan? Ngobrol dengan kami
Tim layanan pelanggan memberikan dukungan profesional dalam hingga 11 bahasa sepanjang waktu, komunikasi bebas hambatan, dan solusi tepat waktu dan efisien untuk masalah Anda.

7×24 H